Jumat, 07 Februari 2014

Andragogi kebidanan



1.KOMUNIKASI YANG MENDIDIK
A.PENGERTIAN KOMUNIKASI
Atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Pengertian komunikasi secara terminologis Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
B.PENGIRIMAN-PENERIMAAN PESAN
Kita menggunakan istilah pengirim-penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah pengirim (atau pembicara) sekaligus penerima (atau pendengar). mengirimkan pesan ketika berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh.Menerima pesan dengan mendengarkan, membaca, dan sebagainya.
Agar pesan dapat diterima dari pengguna satu ke pengguna lain, proses pengiriman pesan memerlukan sebuah media perantara agar pesan yang dikirimkan oleh sumber (source) dapat diterima dengan baik oleh penerima(receiver). Dalam proses pengiriman tersebut, pesan harus dikemas sebaik mungkin untuk mengatasi gangguan yang muncul dalam transmisi pesan, agar tidak mengakibatkan perbedaan makna yang diterima oleh penerima (receiver).
Gangguan adalah suatu hal, getaran, atau gelombang yang mendistorsi pengiriman pesan dalam proses komunikasi. Gangguan menyebabkan perbedaan antara pesan yang diterima oleh penerima (receiver) dengan pesan yang dikirimkan oleh sumber (source).
C.PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).
Komponen komunikasi
·         Komunikator
·         Pesan
·         Penerima
·         Umpan balik
D.KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi.Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seinbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.



2. KARATERISTIK ORANG DEWASA SEBAGAI PESERTA DIDIK
Karateristik perkembangan belajar orang dewasa.Ada empat ciri pembelajaran orang dewasa,yaitu:
1.Konsep diri
2.Konsep pengalaman
3.Konsep kesiapan belajar
4.Konsep perspektif waktu atau orientasi belajar
Pada awalnya dewasa di katagorikan menjadi 3,yaitu :
1.      Dewasa awal adalah usia yang produktif dan banyak penyesuaian yang harus dilakukan menyebabkan masa ini juga disebut masa masalah.
2.      Usia madya merupakan masa peralihan dari masa dewasa yang penuh vitalitas ke masa tua dengan berbagai penurunanfungsi fisik dan psikis,seperti di pahami bahwa masa transisi selalu perlu penyesuaian diri.
3.      Dewasa akhir adalah tahap akhir dari perkembangan manusia. Masa ini juga ditandai dengan kemunduran fungsi tubuh.Sedangkan pada dewasa akhir perkembangan emosionalnya cendrung lebih stabil.
Pendapat beberapa orang tentang dewasa:
  1. Bisa membedakan benar dan salah secara obyektif
  2. Tahu perbedaan benar dan baik
  3. Tahu perbedaan jahat/buruk dan salah
  4. Lebih mendahulukan logika dari pada emosi
  5. Memiliki empati yang relatif tinggi, cenderung aktif membantu org lain yg membutuhkan
  6. Memiliki kemampuan toleransi yang cukup tinggi
  7. Memiliki usaha untuk membuat dirinya & org lain maju ke arah yang lebih baik
Karakteristik dewasa dalam aspek intelektual
  1. Ingatan baik
  2. Cepat memecahkan soal
  3. Daya kosentrasi baik
  4. Senang/sering membaca dan selalu sibuk dengan berbagai hal
  5. Memiliki kemampuan dan toleransi yang cukup tinggi
  6. Mandiri
  7. Memiliki usaha untuk membuat dirinya & org lain maju ke arah yang lebih baik
Karakteristik pribadi dewasa dalam aspek sosial
  1. Ingin mengikuti gaya temannya
  2. Memiliki sopan santun dan tata krama
  3. Tidak tergantung pada orang lain
  4. Pribadi yang dewasa menyesuaikan diri terhadap hal yang tidak bisa diubah
  5. Pribadi yang dewasa menerima dan memenuhi tanggung jawabnya
  6. Pribadi yang dewasa kepuasan yang terbesarnya adalah membuat orang lain bahagia

Karakteristik pribadi dewasa dalam aspek emosional
  1. Lebih mendahulukan logika dari pada emosi
  2. Dapat mengontrol emosi dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin
  3. Sering melamun memikirkan masa depan
  4. Kemarahan biasa terjadi
  5. Dapat menerima hla buruk dengan tenang dan stabil
Karakteristik psikologis dewasa
}  Menurut Gordon Allport :
  1. Adanya usaha pribadi pada salah satu lapangan yang penting dalam kebudayaan seperti pekerjaan, politik, agama, seni dan ilmu pengetahuan
  2. Kemampuan untuk mengadakan kontak yang hangat dalam hubungan-hubungan yang fungsional dan tidak fungsional
  3. Adanya suatu stabilitas batin yang fundamental dalam dunia perasaan dan dalam hubungannya dengan penerimaan diri sendiri
  4. Pengamatan pikiran dan tingkah laku menunjukkan sifat realitas yang jelas
  5. Dapat melihat diri sendiri seperti adanya melihat segi kehidupan yang menyenangkan
  6. Menemukan suatu bentuk kehidupan yang sesuai dengan gambaran dunia atau filsafat hidup yang dapat merangkum kehidupan menjadi sesuatu


3.HAMBATAN PEMBELAJARAN ORANG DEWASA
a.      Hambatan Fisiologis
verner dan davison mengidentifikasi 6 faktor fisiologis yang dapat merupakan hambatanbagi orang dewasa dalam mengikuti suatu program pendidikan :
1.      Dengan bertambahnya usia, titik dekat penglihatan (titik terdekat yang di lihat dengan jelas), mulai bergerak semakin jauh.
Misalnya  :Usia  20 th  :  10 Cm
Usia 40 th  :  20  Cm
2.      Dengan bertambahnya usia, titik jenih penglihatan (titik terjauh yang dapat dilihat dengan jelas), mulai berkurang semakin pendek.
3.      Dengan bertambahnya usia, jumlah penerangan yang di butuhkan untuk belajar semakin dekat.
Misalnya:Usia 20 th  :   100 watt
Usia 40 th  :   145 watt
Usia 70 th  :   300 wat
4.      Dengan bertambahnya usia, persepsi kontras warna cenderung kearah merah spektum sehingga kurang dapat membedakan warna-warna lembut
5.      Dengan bertambahnya usia, kemampuan mendengar menjadi berkurang.
6.      Dengan bertambahnya usia, kemampuan membedakan bunyi menjadi semakin berkurang.
Orang yang bicara terlalu cepat menjadi semakin sulit ditangkap. Bunyi sampingan dan suara di latar belakang akan semakin semakin terdengar badai menyatu dengan orang yang sedang berbicara. Bunyi konsonan seperti, g, b, c, dan d akan semakin sukar di bedakan.
b.      Hambatan Psikologis
Dalam suatu kegiatan belajar (pendidikan) orang dewasa, sangatlah mungkin timbul berbagai hambatan, atau bahkan mungkin juga kegagalan, yang bersumber dari situasi psikologis yang ada atau berkembang dalam diri orang dewasa yang sedang belajar tsb.
Ø  Kemampuankonsentrasimenurun
Ø  Cepatmerasajenuh
Ø  Motifasibelajarumumnyamenurun
Ø  Takmaudigurui
Ø  Cenderungkonservatif
Ø  Cepatmerasaletih
Ø  Tingkahlakuheterogen
c.       Hambatan Sosiologis
Ø  Kebimbangan peran. Hal ini terutama dialami oleh peserta didik dewasa awal yang belum tuntas pencarian jati dirinya. Mereka ingin mencoba peran ini atau itu dan sebab itu menyibukkan diri dalam upaya itu. Hal demikian dapat mengurangi tingkat konsentrasi.
Ø  Suasana tidak akrab atau tidak bersahabat. Suasana diantara anggota kelompok yang kurang akrab atau kurang bersahabat dapat menganggu kegiatan belajar. Dalam situasi semacam itu perasaan sebagai “orang asing” (terisolasi) bertumbuh, menyebabkan rasa tidak aman dan tidak nyaman. Karena hambatan itu harus diatasi dengan baik dan berhati-hati. Upaya untuk mengakrabkan para peserta didik diperlukan sekali, seperti melalui ice-breaking lewat permainan.
Ø  Beratnya tanggungjawab dan rasa jenuh (stagnasi). Hal ini umumnya dialami oleh mereka pada tingkat usia dewasa paruh baya. Kegiatan belajar mengajar bersama orang dewasa harus sedemikian rupa menyenangkan, dan tidak dipenuhi dengan tugas-tugas yang berat. Apa yang dipelajari harus dirasakan bermanfaat di masa kini.
Ø  Kecewa atas masa lalu. Perasaan kecewa atas perjalanan hidup dimasa lalu dapat terbawa aam kegiatan belajar mengajar yang diikuti orang dewasa. Mereka dapat mengungkapkan sikap pesimis atas apa yang sedang dipelajari. Muncul perasaan bahwa kegiatan yang ditempuhnya tidak membawa manfaat.
d.      Hambatan Spritual.
Ø  Kurangnya pemahaman dan pengetahuan agama tentang anjuran pentingnya menuntut ilmu sehingga terkadang timbul keengganan untuk belajar karena tidak ada dasar yang kuat. 
Ø  Pemahaman keagamaan yang terlalu sempit bagi sebagian orang dewasa sehingga mereka tidak merasa memerlukan pengetahuan-pengetahuan yang bersifat duniawi.
Suasana pembelajaran orang dewasa
         Suasana kumpulan manusia aktif
         Suasana hormat menghormati
         Suasana Harga Menghargai
         Suasana percaya
         Suasana penemuan diri
         Suasana bebas ancaman
         Suasana keterbukaan
         Suasana membenarkan perbedaan
         Suasana evaluasi bersama dan evaluasi diri

4.SYARAT KEPRIBADIAN PENDIDIK ORANG DEWASA
1.  Pengertian Pendidik
Menurut W.J.S. poerwadaarminta dalam kamus Umum Bahasa Indonesia, pendidik adalah orang yang mendidik. Menurut Sutari Imam Barnadib, pendidik ialah orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut Abudin Nata, kata pendidik itu mengacu kepada seseorang yang memberikan pengetahuan, keterampilan atau pengalaman kepada orang lain.
2. Peran Pendidik
Pendidik sebenarnya adalah perantara atau penghubung aktiv yang menjembatani antara anak didik dengan tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Agar pendidik itu dapat berfungsi sebagai yang baik maka pendidik harus dapat melakukan tugasnya dengan baik pula. Tugas pendidik itu antara lain :
a.   Tugas Educational (pendidikan)
Dalam hal ini pendidik mempunyai tugas memberi bimbingan yang lebih banyak diarahkan pada pembentukan “kepribadian” anak didik, sehingga memiliki kepribadian yang baik.
                     b.   Tugas Instructional (pengajaran)
Dalam hal ini kewajiban pendidik dititk beratkan pada perkembangan kecerdasan dan daya intelektual anak didik, dengan tekanan perkembangan  pada kemampuan kognitif, kemampuan efektif dan kemampuan psikomotor, sehingga anak bisa menjadi manusia yang cerdas dan sekaligus trampil.
  c.    Tugas Managerial (pelaksanaan)
Dalam hal ini pendidikan berkewajiban mengelola kehidupan lembaganya (kelas atau sekolah yang diasuhnya bagi guru).
              d.     Mendorong dinamika dalam pergaulan kearah yang lebih positif.
              e.       Mengorganisir pergaulan dengan baik sehingga menjadi satu situasi dan     tata hubungan antar individu yang memungkinkan komunikasi timbal bailik antara anak didik dan peserta didik.
  f.   Menyurh anak bertanggung jawab dan menyuruh berperan aktif dalam situasi pergaulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar